Friday, 5 July 2013

Kebiasaan Unik Saat Kecil Ketika Bermain Bola Di Jalan

Kebiasaan Unik Saat Kecil Ketika Bermain Bola Di Jalan. Ketika kecil, siapa sih yang tidak senang bermain. Permainan yang dilakukan pun akan lebih menyenangkan jika beramai ramai. Permainan yang seru untuk anak anak lelaki adalah bermain bola. Apalagi kalau yang ikut banyak. Tambah bahagia pula saat bermain.

Jika di kalangan orang dewasa bermain sepak bola itu di lapangan berumput yang luas, lengkap dengan tribun penonton di sekeliling lapangan, kalau saat kecil tidak mungkin seperti itu. Karena untuk bersenang senang, anak anak kecil (bocah) mainnya ya di jalan.

image by tribunews

Jalan kok dipakai main bola. Mungkin begitu pendapat pengguna jalan. Tapi, masih kecil mana mungkin mementingkan hal tersebut. Jujur saja, saya dulu juga bermain bola di jalanan. Alasannya sebab tidak ada lapangan atau tanah kosong. Karena saya dan teman teman saya tinggal di perumahan.

Sifat anak kecil pasti tidak mudah diatur. Dibilang jangan, tetap saja dilakukan. Demi kesenangan, fasilitas seadanya pun digunakan. Hal tersebut malah jadi keunikan dan kelucuan tersendiri bagi beberapa orang. Nah, Jona Rendra sudah rangkum Kebiasaan Unik Saat Kecil Ketika Bermain Bola Di Jalan.

#1. Tidak Ada Wasit
Dalam bermain bola antar tetangga atau gang di jalan, jarang sekali ada orang yang mau jadi wasit. Permainan kecil kecilan saja siapa sih yang mau jadi wasit?

#2. Gawang Menggunakan Sandal Atau Batu
Karena bermain di jalan atau dilapangan seadanya, sulit ditemukan tiang sebagai gawang. Anak anak pasti memilih untuk menggunakan Sandal atau Batu yang ada di sekelilingnya.

#3. Orang Yang Kurang Mahir Bermain Bola Ditugaskan Menjadi Kiper
Saat saya masih kecil, teman saya yang kurang mahir bermain bola selalu dijadikan kiper oleh anggota tim. Alasannya karena tidak membantu penyerangan. Jadi tidak terlalu berguna maka diletakkan di gawang.

#4. Perdebatan Ketika Bola Melewati Tepat Di Sandal
Suatu ketika, tendangan lawan melewati tepat diatas sandal. Antar tim pun ribut. Tim yang satu mengatakan kalau itu tiang. Berarti tidak gol. Tim lawannya pun berpendapat kalau itu tiang dalam, otomatis bola akan memantul ke gawang, jadi gol. Akhirnya jadi debat deh

#5. Waktu Pertandingan Diatur Oleh Tenaga Pemain
Dalam bermain, karena tidak ada wasit, pasti tidak tahu sudah berapa lama mereka bermain bola. Yang sering terjadi adalah jika semua pemain sudah lelah atau capek, maka permainan terhenti. Jadi, lama pertandingan diatur oleh tenaga pemain.

#6. Perdebatan Saat Mengatur Jarak Penalty
Kalau yang ini memang sangat sulit dipahami. Sewaktu anak anak memang sering ribut. Jarak penalty pun dimasalahkan. Yang akan menendang bola mengukur, setelah itu kiper (tim lawan) merasa jaraknya telalu dekat, tapi penendang merasa jarak sudah jauh.

#7. Semua Ingin Menjadi Kiper Ketika Penalty
Semua ingin menjadi pusat perhatian. Disaat penalty contohnya. Semua pasti ingin menjadi kiper ketika tendangan penalty. Mungkin merasa kemampuan temannya kurang maka digantilah kiper itu.

#8. Kalau Kebobolan Jadi Ribut Saling Nyalahin
Nah, kalau kiper yang tadi kebobolah, teman yang lain pasti menyalahkannya. "kamu ini sok sok an, kenapa ganti kiper?" begitulah ekspresinya. Ada juga yang nyalahin karena pemain belakang kurang teliti menjaga lawan, dan berbagai alasan lainnya

#9. Pelanggaran Tidak Jelas, Sesuka Pemain
Pelanggaran pun tidak jelas. Karena tidak ada wasit, pemain pun yang ribut sendiri. Misalkan saja ada salah satu orang yang hand. Teman satu tim nya akan membela mengatakan "gak hand, kena perut." Lalu tim lawan pasti akan menyatakan "itu pelanggaran, sudah jelas bola kena tangan" sampai ada salah satu tim yang mengalah, permainan baru lanjut.

#10. Pemilik Bola Pulang, Permainan Berakhir
Sedang asik asiknya bermain, tiba tiba orang tua si pemilik bola memanggil dan menyuruh pulang. Sering sekali ini mengakibatkan permainnan terhenti. Sebab, tidak ada bola lagi yang bisa di gunakan. Jumlah pemain pun jadi tidak seimbang.

Haha, kebiasaan anak kecil memang selalu berujung dengan keributan. Akhirnya pun juga baikan lagi. Bermain bola memang asik, kalau grup kita menang atau tim yang hebat hebat (pikiran bocah). Tidak mementingkan kesenangan tim lawan, kadang kadang pun anak anak bermain curang. Ada yang pemain pilihan dikumpul pada satu grup, dan yang lemah di tim lawan.

Itulah artikel Jona Rendra yang berjudul Kebiasaan Unik Saat Kecil Ketika Bermain Bola Di Jalan. Sekali sekali OOT (Out Of Topik) juga tidak apa kan? Saya sudah kehabisan ide buat postingan blogger terus dan mulai sedikit bosan. Maka dari itu, iseng iseng buat saja postingan asal seperti ini.

KATEGORI:
arrow_back
arrow_forward

10 komentar

wah sering banget nih gua lakuin waktu kecil dulu, bermain bola di jalan depan rumah, Seru banget dah !!

hahaha ingat masa lalu.. waktu itu saya memecahkan kaca gerobak tukang pempek yang lewat..

haha, sama juga kayak saya
#TrueStory

hahaha, terlalu riang sampai segitunya ya :D
kasian juga tukang pempek nya

hahaha bener juga sob, Ketika Bola Melewati Tepat Di Sandal pasti selalu ada perdebatan :D

saya juga, tapi kalo saya seeringnya main kucing2 an,

saya juga dlu begituu

Kunjungan rutin nihh sob, jangan lupa berkunjung juga diblog saya..

ya seperti itulah tiang yang berubah jadi sandal
antara kena bagian dalam atau luarnya itu gak jelas

haha, ngaku juga
yang penting seru aja
kunjungan balik berhasil

owh main yang itu, kalau dulu saya juga mainin kucing kucingan, kalau timnya gak pas

Berkomentarlah dengan baik dan benar, dilarang SPAM!
Tata Tertib Berkomentar
EmoticonEmoticon