Sunday, 13 November 2016

Tutorial Membuat Low Polygon Vector Art Wajah di CorelDRAW

Tutorial Membuat Low Polygon Vector Art Wajah di CorelDRAW blog jonarendra

Dalam dunia desain grafis, ada banyak hal yang masih bisa kita pelajari. Mungkin orang yang memang mengambil konsentrasi desain grafis akan lebih mengerti ketimbang saya. Tetapi walaupun saya tidak mendalami seluk beluk desain grafis, setidaknya saya bisa menggambar bentuk dan memberi warna pada bentuk tersebut. Itu namanya mendesain kan?

Untuk kali ini saya akan memberikan tutorial bagaimana cara membuat low polygon vector art wajah di CorelDRAW. Ada yang belum ngerti maksudnya? Low polygon disini sebenarnya style dalam membuat vector art. Jadi dalam penggambaran bentuk, kita melihat perbedaan dari warna gambar asli, lalu kita trace dengan bentuk polygonal atau segitiga-segitiga yang saling menyatu. Lebih jelasnya, lihat saja tutorial berikut ini.

Tutorial Membuat Low Polygon Vector Art Wajah di CorelDRAW


1. Tahap pertama, jalankan CorelDRAW x7. Kalau anda menggunakan seri x4 atau x5 atau x6, bisa saja.

2. Pilih gambar yang akan dijadikan low poly. Misalnya saya gunakan foto wajah saya.

3. Lakukan tracing sesuai perbedaan warna dan lekukan pada wajah. Saran saya, memulailah dari hal yang kecil seperti mata supaya memudahkan anda untuk membuat polygon besar nanti. Jangan lupa membuka Object Manager supaya anda mudah memanajemen dan grouping tiap-tiap line.

Tutorial Membuat Low Polygon Vector Art Wajah di CorelDRAW Jhonarendra

Untuk men-trace saya gunakan pen tool dengan outline warna biru (biar kelihatan jelas garisnya). Nanti trik cepat buat segitiga-segitiganya saya beritahu dibawah.

4. Lanjut tracing bagian keseluruhan wajah. Hal yang perlu diperhatikan adalah ketika membuat segitiga-segitiga. Buatlah agak teratur jangan berantakan karena nanti bisa aneh setelah coloring. Jangan juga terlalu kecil. Kalau bagian mata, lekukan hidung dan bibir bolehlah kecil-kecil, tapi bagian pipi dan dahi buat segitiga yang agak besar. Supaya style low poly nya terlihat.

Tutorial Membuat Low Polygon Vector Art Wajah di CorelDRAW jhonarendra


5. Lanjut juga kebagian rambut, leher dan sedikit bagian baju.

Tutorial Membuat Low Polygon Vector Art Wajah di CorelDRAW jhonarendra


Tutorial Membuat Low Polygon Vector Art Wajah di CorelDRAW jhonarendra


6. Nah, outline dari polygon sudah jadi, tapi itu masih setengah perjalanan. Saatnya kita coloring segitiganya SATU PER SATU sesuai warna foto dibawahnya. Jadi kalau anda buat segitiganya kecil-kecil dan banyak banget bakalan lama saat coloring. 

Tutorial Membuat Low Polygon Vector Art Wajah di CorelDRAW jhonarendra


Supaya cepat, pertama klik segitiga yang akan diwarnai, lalu klik eye dropped tool, klik lagi segitiganya. Maka dari itu, lebih baik setting shortcut keyboard eye dropped tool sebelumnya supaya lebih cepat. Pilihlah warna rata-rata dari gambar yang berada di belakang segitiga tersebut, supaya nyambung warnanya sama segitiga yang lain.

7. Kalau sudah, tinggal hilangkan outline dan jadilah low polygon vector art.

Tutorial Membuat Low Polygon Vector Art Wajah di CorelDRAW jhonarendra


Oh iya, saya juga akan berikan trik membuat segitiganya. Kalau saya pertama trace 1 segitiga, lalu copy (CTRL + C) dan paste (CTRL + V) lalu edit node (F9) sesuai wajah difoto.
Sebenarnya akan lebih mudah dipahami jika lihat melalui video. Jadi silahkan cari refrensi di youtube untuk video tutorialnya.

Sekian dulu tutorial dari Blog Jonarendra kali ini yang berjudul Tutorial Membuat Low Polygon Vector Art Wajah di CorelDRAW, semoga bisa bermanfaat untuk anda.

Ada juga post tentang desain yang menarik : Desain Logo Sederhana Dengan CorelDRAW

Thursday, 10 November 2016

Algoritma Selection Sort dan Bubble Sort

Algoritma Selection Sort dan Bubble Sort blog jonarendra

Di mata kuliah algoritma, saya mendapat materi tentang Brute Force. Brute Force sendiri adalah algoritma untuk memecahkan masalah-masalah yang biasanya berhubungan dengan matematika. Misalnya saja mengurutkan bilangan. Dalam mengurutkan bilangan, ada beberapa metode/algoritma yang dapat dipilih. Untuk kali ini, saya jelaskan tentang Algoritma Selection Sort dan Bubble Sort.

1. Selection Sort


Algoritma Selection Sort gif bergerak blog jonarendra


Selection sort yaitu proses memindahkan elemen dengan membandingkan elemen sekarang dengan elemen berikutnya sampai dengan elemen terakhir. Jika ditemukan elemen lain yang lebih kecil dari elemen sekarang maka dicatat posisinya lalu kemudian ditukar dan begitu seterusnya.

Pertama program akan mencari data terkecil dari data pertama sampai data yang terakhir, kemudian ditukar posisinya dengan data pertama. Lalu dicari data terkecil dari data kedua sampai dengan data terakhir, kemudian ditukar posisinya dengan data kedua dan seterusnya sampai data terurut naik. Apabila n buah data yang akan diurutkan, maka membutuhkan n-1langkah pengurutan, dengan data terakhir, yaitu data n tidak perlu diurutkan karena hanya tinggal satu-satunya.

Pseudocode


Algoritma_Selection_Sort
{Mengurutkan bilangan acak dari bilangan terkecil ke bilangan terbesar dengan metode Selection Sort}

Deklarasi
i : integer
j : integer
n : integer
min : integer
temp : integer
A : Array[0…n-1] of integer

Deskripsi:
Begin
for i ← 0 to n – 2 do
min ← i
for j ← i + 1 to n – 1 do
if A[j] < A[min]
min ← j
endif
endfor
swap A[i] and A[min]
endfor


Algoritma selection sort dalam proses pengurutannya menggunakan metode looping for bertingkat. Seperti biasa yang dipakai adalah variabel i dan j. Sedangkan n merupakan jumlah array yang ada. Dibuat n-1 karena array dimulai dari array ke 0, 1, 2, 3 dst. Untuk min merupakan variabel pembantu dalam proses pertukaran.


2. Bubble Sort

Algoritma Bubble Sort gif bergerak blog jonarendra


Aplikasi lain dari brute force untuk masalah menyortir adalah Bubble Sort. Cara kerja bubble sort hampir sama dengan Selection Sort. Yang membedakan adalah elemen yang dibandingkan adalah elemen yang berdekatan. Jadi program akan membandingkan elemen pertama dengan kedua, lalu kedua dengan ketiga, lalu ketiga dan keempat dan seterusnya sampai n. Lalu kembali lagi membandingkan elemen pertama dengan kedua, kedua dengan ketiga sampai n-2 (pada iterasi ke-2 elemen terakhir tak dibandingkan lagi).

Dengan melakukan hal tersebut berulang-ulang, dapat dipastikan elemen terbesar akan menempati posisi akhir dalam daftar. Berikutnya elemen terbesar kedua akan menempati tempat nomor 2 dari akhir, begitu seterusnya. 

Pseudocode


Algoritma_Bubble_Sort
{Mengurutkan bilangan acak dari bilangan terkecil ke bilangan terbesar dengan metode Bubble Sort}

Deklarasi:
i: integer
a : integer
j : integer
n : integer
A: Array [0 . . n-1] of integer

Deskripsi:
Begin
for i ← 0 to n−2 do
for j ← 0 to n−2−i do
if A[j +1]<A[j]
swap A[j] and A[j +1]
endif
endfor
endfor

Mirip dengan pseudocode dari selection sort, bubble sort juga menggunakan looping for bertingkat. Dimana bedanya disini yang di tukar (swap) adalah A[j] dan A[j+1] (Array j dan Array j+1) dengan kata lain array yang bersebelahan.

Sekian artikel dari Blog Jonarendra yang berjudul Algoritma Selection Sort dan Bubble Sort, semoga dapat menambah wawasan anda tentang algoritma mengurutkan bilangan.

Friday, 4 November 2016

Pseudocode dan Flowchart Program Menghitung Biaya Tagihan Air

Pseudocode dan Flowchart Program Menghitung Biaya Tagihan Air blog jonarendra


Sekarang saya akan posting Pseudocode dan Flowchart dari program menghitung biaya tagihan air yang merupakan kelanjutan dari postingan saya yang berjudul Program Penghitung Biaya Tagihan Air dengan Bahasa C. Disini saya tidak akan menjelaskan lagi fungsi-fungsi yang ada dalam algoritma menghitung biaya program air, karena juga sudah dibahas di post tersebut. Langsung saja simak Pseudocode dan Flowchart Program Menghitung Biaya Tagihan Air.

Pseudocode dan Flowchart Program Menghitung Biaya Tagihan Air


1. Pseudocode



Algoritma_Menghitung_Biaya_Pemakaian_Air
{Menghitung biaya pemakaian air sesuai dengan golongan dan jumlah pemakaian air bulan lalu dan bulan ini yang diinputkan oleh pengguna}
Deklarasi:
kategori = char
bpm, biaya, pemakaian_lalu, pemakaian_ini, besar_pemakaian, sisa, denda = float
float BIAYA_ADM = 50.00
Deskripsi:
//User menginputkan kategori R atau U disimpan di variabel kategori
Read(kategori)
If kategori = ‘R’ then
bpm ← 10.00
else if kategori = ‘U’ then
bpm ← 20.00
else then
    write(“Input salah”)
    exit(1)
endif
//User menginputkan pemakaian bulan lalu disimpan di variabel pemakaian_lalu
//User menginputkan pemakaian bulan ini disimpan di variabel pemakaian_ini
Read(pemakaian_lalu)
Read(pemakaian_ini)
besar_pemakaian ← pemakaian_ini - pemakaian_lalu
Write(besar_pemakaian)
If besar_pemakaian>10 then
    sisa ← besar_pemakaian – 10
    biaya ← 50.00 + sisa * 10
    write(biaya)
else if (besar_pemakaian<10 & besar_pemakaian>0) then
    biaya ← 50.00
    write (biaya)
else then
    biaya ← 0
    write(biaya)
endif
if (besar_pemakaian>100) then
    denda ← 20.00
    write(denda)
else if (besar_pemakaian>20) then
    denda ← 10.00
    write(denda)
else then
    denda ← 0
    write(denda)
endif
Write(bpm)
Write(BIAYA_ADM)
Write(BIAYA_ADM+bpm+biaya+denda)
END


2. Flowchart



Sekian post dari Blog Jonarendra tentang pemrograman. Silahkan baca dasar dasar membuat program jika anda baru dalam dunia pemrograman.

Saturday, 29 October 2016

Program Penghitung Biaya Tagihan Air dengan Bahasa C

Program Penghitung Biaya Tagihan Air dengan Bahasa C blog jonarendra


Kembali lagi Blog Jonarendra posting artikel tentang pemrograman yang berjudul Program Penghitung Biaya Tagihan Air dengan Bahasa C. Sebenarnya, ini adalah tugas kuliah saya, karena laporan ini sudah susah payah saya buat dan sepertinya informasinya bermanfaat untuk orang lain, jadi saya bagikan di blog ini.

Program Penghitung Biaya Tagihan Air dengan Bahasa C


A. Deskripsi Program



Program penghitung biaya tagihan air ini dibuat untuk memudahkan pengguna menghitung berapa biaya penggunaan air ditambah biaya-biaya lain seperti administrasi, bpm sesuai golongan, denda, dan masih banyak aturan-aturan lainnya.

Dengan menggunakan logika perhitungan, akhirnya program ini selesai dan berhasil setelah diuji. Nanti pengguna diminta untuk memasukkan data golongan (rumah tangga atau usaha), pemakaian air bulan lalu, dan pemakaian air bulan ini. Program akan menghitung total keseluruhan biaya sesuai aturan-aturan yang terdapat pada soal.

B. Cara Membuat Program


1. Siapkan komputer atau laptop dan jalankan text editor seperti notepad dan notepad++
2. Aturan-aturan dalam menghitung biaya pemakaian air sebagai berikut:
  • Jumlah penggunaan air saat ini dihitung dengan mengurangi jumlah penggunaan air bulan ini dengan jumlah penggunaan air bulan lalu
  • Pengguna dibedakan berdasarkan Golongan
    • Golongan rumah tangga dikenakan tarif BPM (Biaya Pemeliharaan M3) sebesar Rp 10
    • Golongan usaha dikenakan tarif BPM (Biaya Pemeliharaan M3) sebesar Rp 20
  • Biaya tarif dasar penggunaan air
    • Pemakaian 10m3 air pertama biayanya Rp 50
    • Pemakaian air selanjutnya Rp 10 per m3
  • Biaya administrasi Rp 50
  • Dikenakan denda sebesar:
    • Rp 20 jika pemakaian air lebih dari 100m3
    • Rp 10 jika pemakaian air lebih dari 20m3 dan kurang dari 100m3
  • Total Biaya = Biaya Pemakaian + Tarif BPM + Biaya Administrasi + Denda

3. Pertama, buat kode utama Bahasa C seperti stdio.h dan beberapa deklarasi variable seperti berikut:

#include <stdio.h>
int main(){
char kategori; //Input nantinya ‘R’ atau ‘U’ maka gunakan tipe data char
float bpm; //Berupa bilangan desimal gunakan tipe data float
float biaya;
float pemakaian_lalu;
float pemakaian_ini;
float besar_pemakaian;float sisa; float denda;

4. Yang pertama, buat user untuk menginputkan golongannya R untuk Rumah Tangga, U untuk Usaha. Hal ini untuk membedakan biaya BPM pengguna.

printf("\nMasukkan golongan anda\n(R untuk Rumah Tangga, U untuk Usaha) : ");
scanf("%c",&kategori);
if(kategori=='R'){
      bpm = 10.00;
} else if (kategori=='U'){
      bpm = 20.00;
} else {
      printf("\nInput yang anda masukkan salah!\n");
      exit(1);
}

Kita buat program menyimpan dahulu biaya bpm user, di bpm. Nanti akan ditampilkan di rincian biaya.

5. Lalu, hitung berapa pemakaian air si pengguna saat ini dengan mengurangi pemakaian bulan ini dengan pemakaian bulan lalu. Jadi, hal pertama buat user menginputkan data pemakaian bulan lalu dan bulan ini.


printf("Masukkan jumlah pemakaian bulan lalu (dalam m3) : ");
scanf("%f",&pemakaian_lalu);
printf("Masukkan jumlah pemakaian bulan ini (dalam m3): ");
scanf("%f",&pemakaian_ini);
besar_pemakaian = pemakaian_ini - pemakaian_lalu;
printf("\nJumlah pemakaian bulan ini : %.2f m3\n",besar_pemakaian);

Program tersebut akan menyimpan angka pemakaian bulan lalu di pemakaian_lalu dan menyimpan angka pemakaian bulan ini di pemakaian_ini. Setelah itu, hasil pengurangan disimpan di besar_pemakaian, lalu ditampilkan.

6. Lalu buat algoritma biaya sesuai peraturan yaitu biaya pemakaian 10m3 pertama seharga Rp 50.00, selanjutnya dikenakan Rp 10.00/m3. Tetapi jika pemakaian 0 tidak dikenakan biaya.


if(besar_pemakaian>10){
      sisa = besar_pemakaian - 10;
      biaya = 50.00 + sisa * 10.00;
printf("Biaya pemakaian bulan ini : Rp %.2f\n",biaya);
} else if(besar_pemakaian<=10 && besar_pemakaian>0){
      biaya = 50.00;
      printf("Biaya pemakaian bulan ini : Rp %.2f\n",biaya);
} else {
      biaya = 0;
      printf("Biaya pemakaian bulan ini : Rp %.2f\n",biaya);
}

Hasil dari perhitungan biaya akan langsung tampil

7. Lalu buat algoritma denda seperti peraturan yang ada.


if(besar_pemakaian>100) {
denda = 20.00;
printf("Denda : Rp %.2f\n",denda);
} else if (besar_pemakaian>20){
      denda = 10.00;
      printf("Denda : Rp %.2f\n",denda);
} else {
      denda = 0;
      printf("Denda : Rp %.2f\n",denda);
}

Besar denda akan langsung muncul.

8. Selanjutnya tampilkan ke layar besar biaya bpm, administrasi dan total biaya pemakaian air


printf("BPM : Rp %.2f\n",bpm);
printf("Biaya Administrasi : Rp %.2f\n",BIAYA_ADM);
printf("\nTotal : Rp %.2f + Rp %.2f + Rp %.2f + Rp %.2f = Rp %.2f\n",biaya,denda,bpm,BIAYA_ADM,BIAYA_ADM+bpm+biaya+denda);

Saya membuat rincian total dengan menampilkan penjumlahan biaya + denda + bpm + biaya administrasi supaya terlihat lebih detail.

Dari langkah-langkah tersebut, didapat seluruh rangkaian kode program seperti berikut ini.


#include 
#include  //Supaya bisa menggunakan fungsi exit
#define BIAYA_ADM 50.00 //Saya pakai define supaya mudah dalam perhitungan total nanti
int main(){
char kategori;
float bpm;
float biaya;
float pemakaian_lalu;
float pemakaian_ini;
float besar_pemakaian;
float sisa;
float denda;
     printf("\nMasukkan golongan anda\n(R untuk Rumah Tangga, U untuk Usaha) : ");
     scanf("%c",&kategori);
  if(kategori=='R'){
          bpm = 10.00;
     } else if (kategori=='U'){
          bpm = 20.00;
     } else {
          printf("\nInput yang anda masukkan salah!\n");
          exit(1);
     }
        printf("Masukkan jumlah pemakaian bulan lalu (dalam m3) : ");
     scanf("%f",&pemakaian_lalu);
     printf("Masukkan jumlah pemakaian bulan ini (dalam m3): ");
     scanf("%f",&pemakaian_ini);
     besar_pemakaian = pemakaian_ini - pemakaian_lalu;
 printf("======================================================================\nJumlah pemakaian bulan ini : %.2f m3\n",besar_pemakaian);
     if(besar_pemakaian>10){
          sisa = besar_pemakaian - 10;
          biaya = 50.00 + sisa * 10.00;
   printf("Biaya pemakaian bulan ini : Rp %.2f\n",biaya);
     } else if(besar_pemakaian<=10 && besar_pemakaian>0){
          biaya = 50.00;
printf("Biaya pemakaian bulan ini : Rp %.2f\n",biaya);
     } else {
   biaya = 0;
   printf("Biaya pemakaian bulan ini : Rp %.2f\n",biaya);
     }
if(besar_pemakaian>100) {
          denda = 20.00;
   printf("Denda : Rp %.2f\n",denda);     
} else if (besar_pemakaian>20){
          denda = 10.00;
   printf("Denda : Rp %.2f\n",denda);
     } else {
          denda = 0;
   printf("Denda : Rp %.2f\n",denda);
     }
     printf("BPM : Rp %.2f\n",bpm);
     printf("Biaya Administrasi : Rp %.2f\n",BIAYA_ADM);
printf("======================================================================\nTotal : Rp %.2f + Rp %.2f + Rp %.2f + Rp %.2f = Rp %.2f\n", biaya, denda, bpm, BIAYA_ADM, BIAYA_ADM+bpm+biaya+denda);
return 0;
}

Rangkaian kode diatas sudah saya percantik supaya programnya nanti terlihat rapi.

9. Sekarang tinggal save kode program tersebut ke notepad dengan format .c
10. Terakhir compile menjadi executable file (menjadi file.exe) lihat caranya dipostingan berjudul Cara Mudah Membuat Program Komputer Sederhana.

Dan... Inilah screenshot programnya

Program Penghitung Biaya Tagihan Air dengan Bahasa C blog jonarendra


Sekian informasi tentang belajar pemrograman dari Blog Jonarendra. Jangan lupa baca juga artikel berjudul Pseudocode dan Flowchart dari Program Penghitung Biaya Tagihan Air karena iu merupakan lanjutan dari post ini.

Thursday, 20 October 2016

Cara Install Cygwin (Compiler) Di Laptop Windows

Thumbnail instal cygwin jonarendra

Baru-baru ini saya belajar tentang pemrograman karena sesuai dengan mata kuliah. Sebenarnya belajar programming gampang gampang susah. Jika memang senang dalam mengutak-atik kode, mungkin akan tertarik untuk belajar pemrograman. Kemarin saya posting tentang membuat program menghitung luas kubus dengan Bahasa C yang menggunakan compiler Cygwin.

Bagi kalian yang belum atau gagal dalam menginstal cygwin, berikut ini saya berikan langkah-langkahnya.

Cara Install Cygwin (Compiler) Di Laptop Windows


1. Download dulu Cygwin di webnya (http://cygwin.com/install.html). Pilih installer yang sesuai dengan keadaan laptop/PC anda. Kalau 64 bit download yang setup-x86_x64.exe begitu pula dengan yang 32 bit.
2. Lalu jalankan file unduhan tersebut. Nanti ada pilihan untuk menginstal online atau offline. Pilih yang online.

Instal Cygwin jonarendra


3. Pilih direktori dan user. Tetapkan sesuai default saja.
4. Next, next terus, sampai ada pilihan koneksi internet. Pilih yang direct connection lalu next.
5. Muncul pilihan web-web untuk download terserah pilih yang mana, kalau saya pilih website yang berakhiran id atau web indonesia.

Instal Cygwin jonarendra


6. Kalau sudah, akan muncul paket-paket penginstalan. Saya akan menginstal compiler gcc, dan g++ (kalau mau instal compiler bahasa lain silahkan).
Search "gcc-core" lalu expand Devel (klik tanda +). Klik tombol skip pada list yang berisi tulisan C Compiler Subpackage sampai keluar nomor versinya. Setelah itu search yang lain (dibawah ini).
Search "gdb" pilih list yang berisi tulisan GNU Debugger, lakukan seperti tadi, klik tulisan skip pada list tersebut sampai keluar nomor versinya.
Search "make" pilih list yang isi GNU nya, klik skip sampai muncul nomor versi.
Search "g++" pilih list yang isi GNU juga lakukan seperti langkah diatas.

7. Terakhir klik Next lalu tunggu proses downloadnya (sekitar 60MB) dan selesai.

Nah, kita sudah menginstal compiler untuk C dan C++. Tapi masih ada langkah berikutnya yaitu mengizinkan sistem operasi untuk memperbolehkan compiler ini. Caranya:

1. Masuk ke My Computer lalu klik kanan > properties. Di panel kiri jendela informasi komputer, klik "Advanced system setting"

Instal Cygwin jonarendra


2. Klik tab Advanced lalu klik Environment Variables...

Instal Cygwin jonarendra


3. Klik 2x pada variable "Path" ganti lau masukkan alamat direktori tempat menginstal cygwin dan folder bin. Contohnya seperti ini

C:\cygwin64;C:\cygwin64\bin

Kalau tidak ada variable Path, klik New, isi Variable dengan Path, dan value dengan alamat direktori.

Instal Cygwin jonarendra


4. Klik OK lalu Apply, dan akhirnya sekarang anda sudah bisa menggunakannya.

Saya juga sudah buat artikel tentang membuat program dengan bahasa C, yang nantinya akan di compile menjadi file.exe menggunakan program Cygwin. Silahkan dibaca diartikel tersebut jika ingin mengetahui kode-kode dasar bahasa C.

View AllTutorial Blogger

View AllPemrograman