Friday, 19 January 2018

Perbandingan 2 Website - Interaksi Manusia Komputer



Ada banyak memang portal berita online yang bisa ditemukan. Tapi apakah semuanya memberikan informasi yang akurat? Dan apakah para pembaca nyaman dengan tampilan dari website tersebut? Untuk itu pada artikel bertema Interaksi Manusia Komputer ini akan disampaikan hasil analisis dua buah website berita smartphone terkait dengan pengalaman pengguna atau pembaca.

Website yang akan Blog Jonarendra bandingkan adalah GSMArena.com dengan TabloidPULSA.co.id. Kedua website ini merupakan portal berita tentang handphone, baik itu berita terbaru tentang handphone, sampai review atau mengulas lebih dalam suatu produk HP. Dipilihnya kedua website ini supaya bisa membandingkan bagaimana kualitas antara website berstandar internasional dengan website lokal (Indonesia).

Perbandingan 2 Website - Interaksi Manusia Komputer


Tampilan Umum


Berikut ini tampilan umum GSMArena.com dan TabloidPULSA.co.id yang diambil melalui screenshot laptop dan smartphone.



Tampilan beranda GSMArena.com



Tampilan beranda TabloidPULSA.co.id



Tampilan artikel GSMArena.com



Tampilan artikel TabloidPULSA.co.id



Tampilan mobile GSMArena.com



Tampilan mobile TabloidPULSA.co.id


Tata Letak


Analisis pertama yaitu tentang susunan tiap-tiap objek atau tata letak dari website GSMArena.com dan TabloidPULSA.co.id.



Tata Letak Objek GSMArena.com



Tata Letak Objek TabloidPULSA.co.id

Dilihat dari susunan objeknya, keduanya memiliki tata letak yang berbeda. Tata letak pada GSMArena rapi, penempatan objek tepat, margin dan padding juga sudah baik. Sedangkan pada TabloidPULSA, tata letak objek ada yang terlalu lebar seperti menu navigasi, dan terlalu sempit seperti widget trending tag, jika diorientasikan dari lebar konten.

Perbedaan selanjutnya, GSMArena menerapkan konsep 2 kolom. 1 bagian sidebar disisi kiri, dan 1 bagian konten disisi kanan. Sedangkan TabloidPULSA menggunakan 4 kolom yaitu 1 sidebar bagian kiri, 3 kolom konten selanjutnya. Jika diperhatikan tampilan GSMArena lebih mudah dibaca karena konten memusat pada 1 kolom.

Secara keseluruhan, tata letak GSMArena bergaya majalah (magazine) yang menampilkan deretan artikel dengan thumbnail atau gambar cuplikan yang dibuat besar. Hal tersebut memudahkan pembaca dalam melihat-lihat artikel. Sedangkan pada TabloidPULSA tata letaknya bergaya blog dengan menampilkan lebih banyak teks dari pada gambar. Terlihat membosankan dan kurang menarik minat pembaca.


Warna



Tema warna dari GSMArena.com dan TabloidPULSA.co.id

Untuk keseluruhan penggunaan warna dari GSMArena dan TabloidPULSA seperti ditampilkan pada ilustrasi diatas. GSMArena menggunakan warna abu-abu tua sebagai warna primer, abu-abu muda sebagai warna sekunder, dan warna merah sebagai aksen. Sedangkan TabloidPULSA menggunakan warna merah marun sebagai warna primer, warna putih sebagai warna sekunder, dan aksen berwarna merah marun tetapi lebih terang. Juga terdapat warna hitam sebagai penyeimbang.

Warna – warna tersebut diterapkan di website sehingga seperti tampilan seperti sekarang. GSMArena lebih menonjolkan warna abu-abu, sedangkan TabloidPULSA merah marun.




Beberapa warna yang kurang cocok pada GSMArena dan TabloidPULSA

Tetapi ada beberapa warna-warna yang tidak cocok. Pada website GSMArena, warna teks pada judul widget dibuat putih dengan background abu-abu terang, sehingga terlihat hampir menyatu. Akan lebih baik background judul diberi warna lebih gelap supaya lebih kontras.

Untuk website TabloidPULSA, pada widget trending, ketika link di sentuh (hover) cursor, background link berubah menjadi biru. Terlihat tidak cocok. Tetapi pada judul widget kategori HP, ketika di sentuh cursor background berubah menjadi merah sehingga hampir menyatu dengan warna teks. Juga pada warna menu brand HP di widget yang sama. Tetapi disini background dibuat warna merah sedangkan teks berwarna hitam. Sebaiknya jika ingin background berwarna merah, warna teks dibuat berwarna putih supaya lebih kontras.

Gestur


Dari segi gestur atau kemudahan dalam mengoperasikan, GSMArena dan TabloidPULSA sama-sama mudah dioperasikan. Keduanya sudah memiliki format website pada umumnya sehingga pembaca baru sekalipun sudah mengerti fungsi-fungsi yang ada di kedua website tersebut.

Dari halaman beranda sampai halaman artikel, pengguna dapat memilih sesuai keinginannya. Yang tidak biasa, terdapat pada GSMArena. Widget pencariannya memiliki fitur rekomendasi dan last visited. Sehingga pembaca mudah menentukan artikel mana yang hendak dicari. Kemampuan ini tidak ditemukan pada TabloidPULSA.

Selain search bar, terdapat perbedaan dari fitur komentar. Keduanya memang menyediakan kolom komentar, tetapi formatnya berbeda. GSMArena memiliki kolom komentar sendiri, sedangkan TabloidPULSA menggunakan kolom komentar milik Facebook. Di GSMArena, kita bisa komentar tanpa login maupun sign up di situs tersebut terlebih dahulu, melainkan hanya menulis nama saja. Sedangkan di TabloidPULSA, harus login terlebih dahulu ke Facebook baru bisa mengirim komentar. Komentar yang kita kirim di TabloidPULSA akan langsung muncul. Berbeda dengan GSMArena yang memoderasi komentar yang terkadang kurang disenangi pengguna.

Artikel review pada GSMArena ada berbagai format. Ada halaman specification yang berisi spesifikasi berformat list, gambar-gambar gadget, 360 view, opini pemirsa, compare (membandingkan) dan artikel review dengan gaya berita atau di GSMArena disebut preview atau time saver edition (review singkat). Sedangkan di TabloidPULSA hanya terdapat artikel review, specification list, gambar gadget dan komentar. Dalam hal kemudahan membaca review gadget, GSMArena lebih unggul.

Selain itu, dalam tampilan mobile phone, tentunya kedua website ini telah menyediakan tampilan versi mobile. Cara mengaksesnya dengan menambahkan "m." pada URL kedua website tersebut, www.m.gsmarena.com dan www.m.tabloidpulsa.co.id. Tampilannya pun disederhanakan dengan mengunggulkan fungsi menu dan scroll. Tetapi dalam hal ini GSMArena unggul lagi, tampilan artikel pada halaman beranda berada posisi horizontal scolling jadi seperti slide, menu navigasi dibuat lebih sederhana dan tidak melebar. Sedangkan TabloidPULSA, menu dibuat show hide dan pada saat laporan ini dibuat ternyata menu tersebut tidak berfungsi, sehingga dengan kata lain tidak bisa melihat menu pada tampilan mobile. Artikel yang ditampilkan pada halaman beranda juga hanya 1 kolom. Hal ini sangat tepat diterapkan pada versi mobile, tetapi pembaca hanya bisa melihat artikel Headline saja. Berbeda dengan GSMArena yang menampilkan Headline, Blog, Latest Phone dan lain sebagainya, ditambah fungsi horizontal scrolling yang membuat pembaca tidak perlu terus menggulir layar kebawah.

Kemudahan lain juga bisa dirasakan di GSMArena yang memiliki fitur AMP (Accelerate Mobile Page). Tampilan versi AMP ini merupakan tampilan yang sangat baik di mobile karena dioptimasi sesuai aturan dari Google. Website yang valid AMP pada pencarian google terdapat tanda petir. TabloidPULSA belum memiliki fitur ini.



GSMArena telah mendukung AMP

Daya Guna Heuristik


Menganalisis suatu website dengan konsep Heuristik juga merupakan hal yang penting. Karena daya guna heuristik menentukan bagaimana membuat website supaya pengguna atau pembaca nyaman.

1. Dialog sederhana dan alami
Karena website ini lebih menjurus ke review atau mengulas suatu produk, jarang ada dialog dengan pembaca dan hanya menampilkan daftar spesifikasi. Sehingga bahasa yang digunakan jelas menggunakan bahasa seputar teknologi.

2. Bahasa user
GSMArena.com karena merupakan situs internasional, menggunakan bahasa Inggris. Sedangkan TabloidPULSA.co.id menggunakan bahasa Indonesia karena situs ini berbasis lokal.

3. Mengurangi beban inputan user
Dari segi ini bisa dilihat kedua website telah memiliki menu, daftar artikel, dan berbagai list yang membuat pengguna cukup memilih tidak perlu mengetik alamat (URL). Tetapi pengalaman yang lebih dirasakan di situs GSMArena.com dimana widget pencarian memiliki fitur recommendation sehingga ketika mengetik sedikit saja, muncul artikel rekomendasi.

4. Konsisten
GSMArena.com telah konsisten dalam berbagai hal seperti bahasa, tata letak dan tema. Karena target pembaca situs ini internasional, bahasa yang digunakan bahasa Inggris. Tata letak juga sudah konsisten seperti tata letak website pada umumnya. Pos atau artikel yang ada juga telah konsisten tidak melenceng dari tema yaitu Gadget.
Sedangkan TabloidPULSA.co.id mungkin masih berstatus website lokal sehingga seharusnya hanya menggunakan bahasa Indonesia. Tetapi pada beberapa artikel, list spesifikasi gadget disajikan berbahasa Inggris sehingga tidak konsisten.

5. Sistem timbal balik
Sistem timbal balik atau feedback merupakan fungsi yang memperbolehkan pengguna untuk mengirim pesan atau komentar kepada administrator. Kedua website ini telah memiliki laman untuk feedback. Pada GSMArena.com terdapat pada menu "Contact Us" atau forum yang tersedia untuk pengguna terdaftar. Sedangkan pada TabloidPULSA.co.id, menu feedback bernama "Tanya Pulsa".

6. Jalan keluar yang jelas
Kedua website telah memiliki menu dan berbagai link untuk pergi dari satu halaman ke halaman lain.

7. Jalan pintas
Dengan menu dan link, pengguna juga bisa membaca suatu artikel tanpa pergi ke beranda terlebih dahulu, karena pada halaman artikel juga terdapat menu dan widget-widget pendukung seperti artikel terkait.

8. Pesan kesalahan yang baik
Dalam website, pesan kesalahan akan muncul jika pengguna mencari sesuatu tetapi tidak tersedia dalam website tersebut. GSMArena.com dan TabloidPULSA.co.id sudah menampilkan pesan kesalahan. Tetapi perlu diperhatikan, pada GSMArena, memberikan pesan kesalahan dengan tambahan opsi mencari dengan metode yang berbeda atau mencari di Google. Sedangkan pada TabloidPULSA.co.id hanya menampilkan pesan kesalahan. Mungkin karena widget search bar ini merupakan Google Custom Search Engine (CSE) sehingga mengikuti gaya Google.



Halaman pesan kesalahan pada GSMArena.com



Halaman pesan kesalahan pada TabloidPULSA.co.id

9. Mencegah kesalahan
Kedua website ini telah menyediakan menu untuk mencegah kesalahan URL yang akan dicari user. Juga terdapat link-link yang mengarah kehalaman tertentu. GSMArena berupaya mencegah kesalahan lebih baik dengan widget pencarian dengan rekomendasi. Sehingga ketika pengguna baru mengetikkan sedikit kata, muncul saran artikel. Sedangkan TabloidPULSA tidak ada fitur ini.

10. Bantuan
Baik GSMArena ataupun TabloidPULSA sudah menyediakan menu bantuan yang berisi cara-cara mengoperasikan website mereka. Pada GSMArena, terdapat menu "Glossary" dan "Term of Use", sedangkan pada TabloidPULSA terdapat menu "Pedoman Media Siber".

Sekian artikel Blog Jonarendra yang berjudul Perbandingan 2 Website - Interaksi Manusia Komputer yang merupakan salah satu tugas. Di posting karena tidak ada ide untuk lagi buat artikel. Semoga bermanfaat.

Thursday, 19 October 2017

Tutorial Mudah Mengedit Tema LINE Supaya Lebih Unik


Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi tutorial untuk mengedit tema dari aplikasi LINE. Theme atau tema LINE sebenarnya dapat kita unduh melalui LINE Theme Store (Toko Tema). Ada yang gratis dan juga berbayar. Tapi, supaya tema LINE saya lebih unik dari yang lain, maka tema tersebut saya mod atau edit. Ingat, tutorial ini untuk mengedit tema LINE bukan membuatnya. Sehingga kita perlu mengunduh satu tema untuk diedit.

Selain perlu file tema sebagai bahan untuk diedit, kita juga perlu tools untuk mengimport tema hasil editan supaya bisa diterapkan di line. Tools ini bernama Theme Changer (bisa didownload di Play Store). Tutorial ini sudah diberi gambar di tiap step nya, jadi supaya lebih mudah melakukannya.

Tutorial ini saya bagi menjadi 3 yaitu Menyiapkan File Tema LINE, Mengedit Tema, dan Menerapkan Tema Hasil Editan

Menyiapkan File Tema LINE


1. Tema bisa download yang gratis di toko tema atau mencari tema lainnya di google.
2. Kalau mendownload dari toko tema (saya contohkan dengan tema white) cari file tema tersebut di direktori: storage\Android\data\jp.naver.line.android\theme


3. Lalu akan tampil folder-folder tema yang namanya sulit dimengerti. Buka satu-satu folder tersebut cari file yang bernama themefile.xx. Contohnya saya menemukan file bernama themefile.64.


4. Lalu pindahkan file tersebut ke komputer lalu ubah ekstensi file menjadi zip, setelah itu ekstrak.



5. Akan muncul file-file penyusun tema yang terdiri dari file json dan image. Buka file json tersebut lewat text editor seperti notepad++, sublime atau lainnya.


6. Akan terlihat nama dari tema tersebut. Apabila tema tersebut yang akan digunakan, lanjutkan tutorial ini. Sedangkan apabila tema yang dimaksud bukan yang itu, ulangi kembali dari langkah 2 sampai ketemu file yang dimaksud.

Akan lebih mudah kalau download tema dari luar, bisa dicari di google. Karena nantinya kita langsung mendapat file zip/rar dan mencarinya pun mudah.

Mengedit Tema


1. Kalau sudah pada langkah ini saya anggap file tema sudah diekstrak dan sudah keluar folder image dan file json nya. Sekarang tinggal di mod atau diganti-ganti gambar yang ada di folder image sesuai keinginan. Gambar icon yang diganti haruslah memiliki format dan resolusi yang sama.
2. Saya beri contoh ketika saya akan mengganti tombol menu "Teman" dengan foto.


3. Terdapat 2 icon yang akan diganti. Ukurannya 128x112 pixel dengan format png. Jadi saya akan buat gambar baru sesuai spesifikasi tersebut.
4. Setelah gambar jadi, timpa gambar asli dengan gambar yang baru kita buat. Ingat! nama gambar juga harus sama.


Untuk contoh kali ini itu saja yang saya edit, bisa dikreasikan sendiri nanti apa saja yang akan diubah.

Menerapkan Tema Hasil Editan


1. Jika sudah selesai mengganti file gambar, selanjutnya kompres folder image dan file json menjadi zip file.
2. Pindahkan tema baru berformat zip tadi ke hape.
3. Buka aplikasi line theme changer.


4. Klik tanda + untuk mengimport tema.
5. Browse tema, jika sudah bertuliskan "Import success", terapkan tema sesuai arahan dari aplikasi. Sebelumnya download dulu tema sebagai wadah tema editan, entah itu tema white, black atau brown. Lalu nanti muncul pilihan tema yang akan di replace. Setelah itu disuruh untuk mematikan koneksi internet dan menerapkan tema baru.


Sekarang tampilan LINE kita sudah berhasil kita desain sendiri. Contoh hasil tema editan yang saya pakai untuk membuat tutorial ini hanya mengubah gambar icon friends menjadi foto saya. Kalau anda lebih niat, semua gambar dari tema bisa diedit. File json nya pun juga bisa diedit untuk merubah atribut / metadata dari file tema.


Sekian post dari Blog Jonarendra yang berjudul Tutorial Mudah Mengedit Tema LINE Supaya Lebih Unik semoga bermanfaat. Apabila ada pertanyaan, silahkan tanya lewat kolom komentar dibawah.

Friday, 21 April 2017

CorelDRAW X8 VS Adobe Illustrator CS6

Perbandingan 2 software desain grafis yang banyak digunakan yaitu CorelDRAW dan Adobe Illustrator. Versi yang dibandingkan yaitu X8 untuk CorelDRAW dan CS6 untuk AI. Ada 5 sisi yang dibandingkan yaitu dari segi tata ketak/desain layout, fungsionalitas/system requirement, Fitur terbaru dari versi sebelumnya, dan harga nya.

Thursday, 23 March 2017

Menginstal Java di Windows 10



Dunia pemrograman memang sangat luas dan masih akan terus berkembang. Berbagai jenis aplikasi karya programmer-programmer didunia, memberikan berbagai kemudahan bagi setiap orang dalam melakukan aktifitas komputasi.

Ada berbagai macam bahasa pemrograman yang bisa digunakan untuk mengembangkan aplikasi. Pada post kali ini saya akan menginfokan bagaimana saya menginstal java development kit (JDK) di Windows 10.

Pertama mungkin saya akan jelaskan dulu sedikit Apa itu JDK. JDK sendiri adalah singkatan dari Java Development Kit yang merupakan lingkungan pemrograman yang dibutuhkan oleh sistem operasi untuk mengcompile dan membenahi error atau bug dari suatu program dengan bahasa Java. Istilahnya JDK ini merupakan library yang memberitahu sistem operasi tentang bahasa Java. Jadi, kalau ingin membuat program dengan extensi .java .jar atau java aplication lainnya, JDK harus terinstal terlebih dahulu.

Cara Menginstal Java Development Kit (JDK) di Windows 10


1. Download terlebih dahulu JDK di website Oracle atau cari saja di google "download JDK" atau langsung klik aja disini.
Mungkin sedikit membingungkan mana yang akan di unduh karena linknya banyak sekali. Pilih product/file yang sesuai sistem dari komputer anda. Lalu klik link download yang ada disebelahnya.

2. Jika proses download sudah selesai, langsung saja mulai proses instalasi dengan menjalankan file instaler yang tadi didownload. Kalau di windows hanya klik 2x, kalau di MacOS atau Linux mungkin beda caranya.

3. Next next saja terus, lakukan instalasi secara default. Nanti kalau proses sudah selesai, pilih close. *kalau pilih Next step anda akan diarahkan ke laman web.

Proses intalasi sudah selesai. Tapi jangan langsung ngoding dulu ya. Anda perlu mengatur path environtment terlebih dahulu.

Cara mengatur path environtment


1. Pada windows 10, cari Control Panel > System and Security > System

2. Lalu klik Advance system setting pada sidebar



3. Muncul jendela baru. Pilih tab Advance, lalu pilih Environtment Variables...

4. Klik New pada system variables

5. Isikan JAVA_HOME pada field Variable name, pada field Variable value isikan direktori tempat instalasi jdk tadi

6. Klik OK



7. Setelah itu klik variable bernama Path lalu klik Edit

8. Klik tombol New

9. Isikan direktori instalasi java seperti tadi ditambah /bin. Atau mudahnya cari folder instalasi java, lalu buka folder bin, dan copy direktori dari address bar



10. Klik OK dan proses mengatur path telah selesai.

Untuk mengetahui apakah java telah benar-benar terinstal, coba jalankan perintah javac melalui cmd (command prompt). Kalau perintah telab dikenali berarti sudah sukses.

Terimakasih telah membaca artikel Blog Jonarendra berjudul Menginstal Java di Windows 10. Semoga bermanfaat untuk anda yang ingin memulai mempelajari bahasa pemrograman java. Jika ada kesulitan silahkan tanyakan di kolom komentar.

Sunday, 5 March 2017

Logo Teknologi Informasi, Fakultas Teknik, Universitas Udayana Vector



Kali ini saya memberikan logo-logo dari jurusan teknologi informasi, fakultas teknik, universitas udayana. Juga saya lengkapi dengan versi lain dari logo tersebut seperti versi hitam-putih dan putih saja. Logo ini saya buat ulang (trace) dari logo aslinya supaya saya mendapatkan versi vector-nya. Bagi yang ingin file CorelDRAW nya, sudah saya siapkan link downloadnya diakhir postingan ini.

1. Logo Universitas Udayana




Logo Teknologi Informasi, Fakultas Teknik, Universitas Udayana Vector


Logo Teknologi Informasi, Fakultas Teknik, Universitas Udayana Vector

Logo Teknologi Informasi, Fakultas Teknik, Universitas Udayana Vector



2. Logo Fakultas Teknik, Universitas Udayana


Logo Teknologi Informasi, Fakultas Teknik, Universitas Udayana Vector

Logo Teknologi Informasi, Fakultas Teknik, Universitas Udayana Vector

Logo Teknologi Informasi, Fakultas Teknik, Universitas Udayana Vector







3. Logo Jurusan Teknologi Informasi, Fakultas Teknik, Universitas Udayana



Logo Teknologi Informasi, Fakultas Teknik, Universitas Udayana Vector


Logo Teknologi Informasi, Fakultas Teknik, Universitas Udayana Vector


Logo Teknologi Informasi, Fakultas Teknik, Universitas Udayana Vector



Bagi yang mau edit logo ini, silahkan download file cdr dari logo logo diatas dengan link download dibawah ini.

Download Logo Unud
Download Logo Teknik
Download Logo TI

Jangan lupa untuk memperbaiki vektor tersebut apabila ada kesalahan-kesalahan.

Tuesday, 24 January 2017

Upgrade Laptop Windows 8 ke Windows 10

Thumbnail Windows 10 blog jonarendra

Setelah berbulan-bulan saya tidak posting, akhirnya pada libur semester ini saya punya waktu untuk posting artikel di Blog Jonarendra ini.

Sebelumnya, karena libur cukup lama, saya sempatkan untuk merapikan file-file yang ada di laptop dan juga saya factory reset supaya seperti baru lagi. Tak lupa semua file penting saya backup ke hdd eksternal. Setelah saya reset laptop Asus saya, saya dapat pemberitahuan seperti ini:

Pemberitahuan untuk upgrade windows blog jonarendra


Lalu kepikiran untuk upgrade ke windows 10 mumpung lagi tidak ada tugas menggunakan laptop. Saya cari-cari informasi tentang windows 10 di internet seperti cara upgrade windows 10, bagaimana kelebihan-kekurangannya, dan lain lain.

Akhirnya saya putuskan untuk upgrade ke windows 10 dan berikut langkah-langkah yang saya kerjakan.

1. Saya download file ISO dari web Microsoft melalui link berikut: Windows 10 ISO. Link tersebut jika kita buka di PC akan dialihkan ke halaman download Media Creation Tool yang seharusnya ke halaman download file ISO windows 10.

Catatan:
Sebenarnya bisa juga instal windows 10 dengan Media Creation Tool. Setelah download dan menjalankan setup media creation tool, kita akan download windows 10 melalui software ini, sama saja. Kelemahannya ketika jaringan tidak stabil lalu terputus, akan sulit untuk me-resume download tersebut. Jadi saya gunakan cara instal file ISO, supaya bisa di pause-resume (dengan IDM pastinya).

Caranya supaya tidak ter-redirect ke laman Media Creation Tool, buka linknya lewat browser di hp.

Laman download windows 10 iso di hp jonarendra


Salin link download windows 10 iso blog jonarendra


2. Pilih edisi, Bahasa dan system type windows 10 sesuai dengan keadaan laptop. Dan munculah link downloadnya. Saya copy link download dan saya kirim ke laptop. Di laptop saya copy link download tadi, jalankan di IDM.

Nah, sekarang tinggal tunggu proses download file ISO windows 10-nya. Saya sendiri karena pakai hotspot HP (mumpung ada bonus kuota) kecepatan cuma 100-200KB/s. 8 jam baru selesai download file sebesar 4GB.

3. Ketika download sudah selesai, sekarang mount file nya dengan Daemon tools (atau software lain). Cara lain untuk instal bisa menggunakan flashdisk bootable atau CD, tapi saya malas, mendingan langsung instal saja.

Setelah di mount, muncul drive baru di my computer, yang isinya file ISO windows 10 tadi. Jalankan drive tersebut dan kita masuk ke proses instalasi.

4. Tinggal ikuti perintah yang ada di layar monitor. Laptop akan restart beberapa kali untuk menyesuaikan. Proses instalasi windows 10 di laptop saya sekitar 1 jam-an.

Instalasi Windows 10 selesai blog jonarendra


5. Setelah proses instalasi selesai, akhirnya saya bisa merasakan bagaimana windows 10 ini. Saya coba semua aplikasi-aplikasi baru di windows 10 seperti Microsoft Edge, Cortana dan lain lain. Karena sebelumnya saya pilih Keep File ketika instalasi, semua file saya masih ada, termasuk software yang sudah terinstal sebelumnya. Juga saya telusuri settingan-settigan yang ada di windows 10 supaya tahu saja.

Edisi windows yang saya dapatkan adalah Windows 10 Home. Tidak tahu mengapa bisa yang home, mungkin ada step yang terlewat jadi default ke Windows 10 Home.

Saya juga tidak perlu aktivasi karena saya cek sudah ada tulisan Windows is Activated. Tidak tahu kenapa yang penting sudah teraktivasi. Karena katanya yang Pro lebih baik, saya upgrade ke yang pro. Caranya cukup mudah dan sudah banyak web yang membahas cara ini.

Instalasi sudah selesai lalu apakah Windows 10 ini sudah berjalan mulus di laptop saya? Ternyata belum sempurna. Ada beberapa masalah yang saya hadapi setelah upgrade ke Windows 10, yaitu:

1. Driver
Yang pertama adalah sudah pasti masalah driver. Di laptop saya driver graphics tidak terinstal. Ini mengakibatkan tidak bisa mengatur brightness, tidak bisa sleep dan transisi terlihat tidak mulus. Saya download di internet driver vga saya, dan masalah teratasi.

2. Touchscreen aktif lagi (masalah pribadi)
Sebelumnya, notebook saya ASUS Q200e dengan layar sentuh. Nah, layar sentuhnya error seperti di pencet pencet di bagian tengah secara terus menerus. Sulit menggambarkannya, pokoknya susah untuk mengoperasikannya. Saya memang tidak memperbaiki kerusakan ini. Cuma saya matikan (disable) driver touchscreen-nya. Mungkin pengaturan windows di reset semua jadi driver touchscreen aktif lagi. Sekarang tinggal akal-akalin saja bagaimana caranya login ke windows dan ke Device Manager untuk mematikan driver touchscreen.

Setelah beberapa kali percobaan akhirnya bisa juga. Di laman login saya tekan tab untuk tekan password satu persatu karakter. Dan itu harus cepat. Di desktop saya tekan Windows + X untuk buka device manager. Dan dengan cepat saya disable driver touchscreen.

Masalah semua sudah teratasi, sekarang laptop saya sudah bisa dioperasikan seperti biasa. Saya sendiri senang dengan tampilan baru ini. Lebih terlihat modern dan bersih. Kecepatan windows 8 dan 10 belum saya rasakan perbedaannya, sepertinya sama saja. Untuk aplikasi bawaan memang lebih bagus windows 10. Settingannya juga lebih lengkap windows 10.

Sekian artikel tentang Windows yang berjudul Upgrade Laptop Windows 8 ke Windows 10, semoga bisa jadi refrensi bacaan untuk anda yang hendak upgrade sistem operasi anda ke Windows 10.

Sunday, 13 November 2016

Tutorial Membuat Low Polygon Vector Art Wajah di CorelDRAW

Tutorial Membuat Low Polygon Vector Art Wajah di CorelDRAW blog jonarendra

Dalam dunia desain grafis, ada banyak hal yang masih bisa kita pelajari. Mungkin orang yang memang mengambil konsentrasi desain grafis akan lebih mengerti ketimbang saya. Tetapi walaupun saya tidak mendalami seluk beluk desain grafis, setidaknya saya bisa menggambar bentuk dan memberi warna pada bentuk tersebut. Itu namanya mendesain kan?

Untuk kali ini saya akan memberikan tutorial bagaimana cara membuat low polygon vector art wajah di CorelDRAW. Ada yang belum ngerti maksudnya? Low polygon disini sebenarnya style dalam membuat vector art. Jadi dalam penggambaran bentuk, kita melihat perbedaan dari warna gambar asli, lalu kita trace dengan bentuk polygonal atau segitiga-segitiga yang saling menyatu. Lebih jelasnya, lihat saja tutorial berikut ini.

Tutorial Membuat Low Polygon Vector Art Wajah di CorelDRAW


1. Tahap pertama, jalankan CorelDRAW x7. Kalau anda menggunakan seri x4 atau x5 atau x6, bisa saja.

2. Pilih gambar yang akan dijadikan low poly. Misalnya saya gunakan foto wajah saya.

3. Lakukan tracing sesuai perbedaan warna dan lekukan pada wajah. Saran saya, memulailah dari hal yang kecil seperti mata supaya memudahkan anda untuk membuat polygon besar nanti. Jangan lupa membuka Object Manager supaya anda mudah memanajemen dan grouping tiap-tiap line.

Tutorial Membuat Low Polygon Vector Art Wajah di CorelDRAW Jhonarendra

Untuk men-trace saya gunakan pen tool dengan outline warna biru (biar kelihatan jelas garisnya). Nanti trik cepat buat segitiga-segitiganya saya beritahu dibawah.

4. Lanjut tracing bagian keseluruhan wajah. Hal yang perlu diperhatikan adalah ketika membuat segitiga-segitiga. Buatlah agak teratur jangan berantakan karena nanti bisa aneh setelah coloring. Jangan juga terlalu kecil. Kalau bagian mata, lekukan hidung dan bibir bolehlah kecil-kecil, tapi bagian pipi dan dahi buat segitiga yang agak besar. Supaya style low poly nya terlihat.

Tutorial Membuat Low Polygon Vector Art Wajah di CorelDRAW jhonarendra


5. Lanjut juga kebagian rambut, leher dan sedikit bagian baju.

Tutorial Membuat Low Polygon Vector Art Wajah di CorelDRAW jhonarendra


Tutorial Membuat Low Polygon Vector Art Wajah di CorelDRAW jhonarendra


6. Nah, outline dari polygon sudah jadi, tapi itu masih setengah perjalanan. Saatnya kita coloring segitiganya SATU PER SATU sesuai warna foto dibawahnya. Jadi kalau anda buat segitiganya kecil-kecil dan banyak banget bakalan lama saat coloring. 

Tutorial Membuat Low Polygon Vector Art Wajah di CorelDRAW jhonarendra


Supaya cepat, pertama klik segitiga yang akan diwarnai, lalu klik eye dropped tool, klik lagi segitiganya. Maka dari itu, lebih baik setting shortcut keyboard eye dropped tool sebelumnya supaya lebih cepat. Pilihlah warna rata-rata dari gambar yang berada di belakang segitiga tersebut, supaya nyambung warnanya sama segitiga yang lain.

7. Kalau sudah, tinggal hilangkan outline dan jadilah low polygon vector art.

Tutorial Membuat Low Polygon Vector Art Wajah di CorelDRAW jhonarendra


Oh iya, saya juga akan berikan trik membuat segitiganya. Kalau saya pertama trace 1 segitiga, lalu copy (CTRL + C) dan paste (CTRL + V) lalu edit node (F9) sesuai wajah difoto.
Sebenarnya akan lebih mudah dipahami jika lihat melalui video. Jadi silahkan cari refrensi di youtube untuk video tutorialnya.

Sekian dulu tutorial dari Blog Jonarendra kali ini yang berjudul Tutorial Membuat Low Polygon Vector Art Wajah di CorelDRAW, semoga bisa bermanfaat untuk anda.

Ada juga post tentang desain yang menarik : Desain Logo Sederhana Dengan CorelDRAW

Thursday, 10 November 2016

Algoritma Selection Sort dan Bubble Sort

Algoritma Selection Sort dan Bubble Sort blog jonarendra

Di mata kuliah algoritma, saya mendapat materi tentang Brute Force. Brute Force sendiri adalah algoritma untuk memecahkan masalah-masalah yang biasanya berhubungan dengan matematika. Misalnya saja mengurutkan bilangan. Dalam mengurutkan bilangan, ada beberapa metode/algoritma yang dapat dipilih. Untuk kali ini, saya jelaskan tentang Algoritma Selection Sort dan Bubble Sort.

1. Selection Sort


Algoritma Selection Sort gif bergerak blog jonarendra


Selection sort yaitu proses memindahkan elemen dengan membandingkan elemen sekarang dengan elemen berikutnya sampai dengan elemen terakhir. Jika ditemukan elemen lain yang lebih kecil dari elemen sekarang maka dicatat posisinya lalu kemudian ditukar dan begitu seterusnya.

Pertama program akan mencari data terkecil dari data pertama sampai data yang terakhir, kemudian ditukar posisinya dengan data pertama. Lalu dicari data terkecil dari data kedua sampai dengan data terakhir, kemudian ditukar posisinya dengan data kedua dan seterusnya sampai data terurut naik. Apabila n buah data yang akan diurutkan, maka membutuhkan n-1langkah pengurutan, dengan data terakhir, yaitu data n tidak perlu diurutkan karena hanya tinggal satu-satunya.

Pseudocode


Algoritma_Selection_Sort
{Mengurutkan bilangan acak dari bilangan terkecil ke bilangan terbesar dengan metode Selection Sort}

Deklarasi
i : integer
j : integer
n : integer
min : integer
temp : integer
A : Array[0…n-1] of integer

Deskripsi:
Begin
for i ← 0 to n – 2 do
min ← i
for j ← i + 1 to n – 1 do
if A[j] < A[min]
min ← j
endif
endfor
swap A[i] and A[min]
endfor


Algoritma selection sort dalam proses pengurutannya menggunakan metode looping for bertingkat. Seperti biasa yang dipakai adalah variabel i dan j. Sedangkan n merupakan jumlah array yang ada. Dibuat n-1 karena array dimulai dari array ke 0, 1, 2, 3 dst. Untuk min merupakan variabel pembantu dalam proses pertukaran.


2. Bubble Sort

Algoritma Bubble Sort gif bergerak blog jonarendra


Aplikasi lain dari brute force untuk masalah menyortir adalah Bubble Sort. Cara kerja bubble sort hampir sama dengan Selection Sort. Yang membedakan adalah elemen yang dibandingkan adalah elemen yang berdekatan. Jadi program akan membandingkan elemen pertama dengan kedua, lalu kedua dengan ketiga, lalu ketiga dan keempat dan seterusnya sampai n. Lalu kembali lagi membandingkan elemen pertama dengan kedua, kedua dengan ketiga sampai n-2 (pada iterasi ke-2 elemen terakhir tak dibandingkan lagi).

Dengan melakukan hal tersebut berulang-ulang, dapat dipastikan elemen terbesar akan menempati posisi akhir dalam daftar. Berikutnya elemen terbesar kedua akan menempati tempat nomor 2 dari akhir, begitu seterusnya. 

Pseudocode


Algoritma_Bubble_Sort
{Mengurutkan bilangan acak dari bilangan terkecil ke bilangan terbesar dengan metode Bubble Sort}

Deklarasi:
i: integer
a : integer
j : integer
n : integer
A: Array [0 . . n-1] of integer

Deskripsi:
Begin
for i ← 0 to n−2 do
for j ← 0 to n−2−i do
if A[j +1]<A[j]
swap A[j] and A[j +1]
endif
endfor
endfor

Mirip dengan pseudocode dari selection sort, bubble sort juga menggunakan looping for bertingkat. Dimana bedanya disini yang di tukar (swap) adalah A[j] dan A[j+1] (Array j dan Array j+1) dengan kata lain array yang bersebelahan.

Sekian artikel dari Blog Jonarendra yang berjudul Algoritma Selection Sort dan Bubble Sort, semoga dapat menambah wawasan anda tentang algoritma mengurutkan bilangan.